Menunda Penundaan


Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya (dulu) adalah orang yang gemar menunda. Yap, contoh paling klasik adalah pada setiap jenjang pendidikan yang saya tempuh, saya sangat jarang belajar dan akan belajar dengan gegap gempita ketika ujian akan berlangsung. Mungkin ini agak jamak bagi anak sekolahan dan kuliahan, sering dikenal dengan istilah sks alias sistem kebut semalam. Entah kenapa otak saya agak lebih cemerlang sedikit dan bisa cukup lama menyimpan bahan2 yang akan diujikan jika saya belajarnya pada hari dan menit2 terakhir (bilang aja model hapalan bukan pemahaman hehe).

Namun itu bagi saya menjadi kebiasaan dan berlanjut hingga saya bekerja. Saya paling suka menunda suatu pekerjaan, bahkan saking sukanya, pekerjaan yang sebenarnya sudah selesai dan bisa di kirim hari ini, saya akan tunda hingga keesokan harinya. Ada sedikit joke alasan pada diri sendiri : "biar besok masih keliatan ada kerjaan". :)

Padahal ini adalah very bad habit. Dan padahal juga saya mengerti sekali bahwa ini bertentangan baik dalam segala ilmu pengembangan diri, motivasional dan agama. Orang yang menunda adalah orang yang merugi.

" Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya ". (QS Al-Mu'minuun : 61).

Alhamdulillah, sejak saya mengenal dan berusaha akrab dengan orang2 yang positif, kebiasaan jelek itu mulai pudar. Saya dijejali saran dan ilmu bahwa menunda hanyalah menghilangkan peluang baik yang mungkin muncul. Menunda bahkan bisa mengubah nasib kita loh.

Contoh paling nyata dan sederhana serta ilmiah adalah begini : biasanya saya berangkat jam 6 pagi untuk sampai di suatu lokasi jam 7, namun begitu kita menunda keberangkatan pada jam 6.05 maka kita akan sampai di tujuan jam 8. Yap, selisih 5 menit bisa mengakibatkan kita telambat 1 jam !. Disana ada faktor kemacetan, ada kejadian tak terduga dll. Nah kejadian tak terduga inilah yang kadang tidak kita sadari akan berdampak sangat besar.

Ketika kita menunda action memilki usaha dengan list alasan yang panjang :

Nunggu punya modal 30 juta
Nunggu punya toko di lokasi strategis
Nunggu punya calon penjaga toko yang ideal
Nunggu punya supplier dengan harga termurah
Nunggu punya pasar yang kondusif dan pasti untung
Nunggu punya partner bisnis yang baik dan amanah
Nunggu ...

Maka siapa tahu sebenarnya dalam masa menunda dan menunggu itu kita kehilangan :

Peluang mengetahui pasar yang bisa didapat ketika kita action walau door to door, peluang mendapat pemodal, mengetahui supplier yang bisa didapat ketika kita sedang ngobrol karena action bergaul dalam komunitas bisnis dll.

Pak Mario Teguh dalam salah satu penampilannya di TV menyatakan :

Kenapa kita tidak menunda saja penundaan kita tersebut ?

Pernyataan yang tajam, cukup dalam dam mengena. Ya, kita terbiasa dan pandai mencari banyak alasan untuk menunda padahal kita hanya butuh 1 alasan untuk segera melakukan. Karena kita pandai menunda, kita tunda saja penundaan kita di lain waktu ! :).

Ketika kita ingin memilki usaha, katakan punya pabrik, ini tantangannya : berkenalan dengan orang yang sekiranya memiliki informasi itu. Yap berkenalan, networking, silahturahmi. Siapa tau walau orang itu tidak memililiki informasi tersebut, ia bisa menunjukkan siapa orang lain yang memilkinya. Dan salah satu action untuk berkenalan adalah dengan masuk suatu komunitas, dalam hal ini bisnis.

Jika saja sahabat saya, pak Faif, menunda untuk mengikuti suatu kegiatan dalam komunitas bisnisnya karena masih malu dan minder, saya yakin ia tidak menjadi sesukses sekarang dalam berbisnis bahkan mungkin belum memilki bisnis sama sekali.

Saya sendiri akui kadang masih memiliki penyakit gemar menunda ini walau alhamdulillah sudah agak rendah skalanya :). Salah satu penundaan terbesar saya masih dalam proses penyempurnaan untuk anti virusnya.

Wassalam.

-Eko June-

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post