Hujan


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

'Ayah, boleh gak aku sama adek maen ujan ?', tanya si kakak via telp.
'Emang lagi deres ujannya ?', tanya saya.
'Iya, tuh. Di depan rumah seperti biasa', balasnya.
'Boleh, tapi jangan lama2 ya', persetujuan keluar.
'Alhamdulillah, terima kasih ayah', serunya riang.

Sejak lama klo hujan turun saya ijinkan anak2 bermain dibawah guyurannya. Kadang klo saya pas ada di rumah ikut bersama mereka, seperti punya masa kecil kurang bahagia haha. Bawa gayung menampung air hujan lalu saling menyiram, naek ke pundak, ciprat2-an di genangan dsb. Syaratnya harus deras dan tidak lama maennya.

Istri sering jengkel klo udah begitu. Bukan, bukan karena takut sakit tapi ubin rumah jadi becek dan basah.

Saya ingin mereka merasakan kebahagiaan masa kecil sepuas-puasnya. Tidak seperti saya dulu ketika kecil yang diproteksi sangat, karena selain anak sulung yang nyaris jadi anak tunggal karena jauh baru punya adik, juga karena kelemahan paru2 yang diderita sehingga alergi terhadap dingin.

Saya ingin mereka lebih kuat dan sehat. Berlari kencang, melompat tinggi, ngebut bermain sepeda, berenang di tempat dalam, melatih semua raga mereka. Seperti ajaran Nabi agar anak diajari berenang dan memanah.

Saya ingin mereka bermain dengan semua jenis teman, sepuasnya. Karena kemampuan bersosoialisasilah atau ketajaman emosional yang lebih banyak menentukan kesuksesan di masa depan. Saya ingin mereka sebanyak mungkin menerima ilmu jalanan, yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah.

Saya ingin mereka tidak menjadi pemalu dan minder, seperti halnya saya ketika kecil dulu, yang untuk maen pun kadang harus disuruh. Saya ingin mereka percaya diri dan kuat mental, tidak seperti saya yang sewaktu kecil kurang gaul dan lebih sering mencurahkan isi hati melalui tulisan.

Ketika bermain hujan, selain bersenang-senang, walau mungkin mereka belum menyadari, namun secara bawah sadar mampu mensyukuri nikmat dan kuasa-Nya. Menjadi lebih mudah memberikan contoh kepada mereka akan nikmat turunnya air hujan, atau teriknya matahari, makanan yang di makan, segenap indera yang digunakan atau bahkan sekedar setiap helaan nafas yang mereka hirup. Karena saya sendiri mungkin orang yang teramat beryukur atas keberadaan udara, terutama jika asmanya kumat :).

Alhamdulillah.

Jadi anakku, bermainlah sesuka yang engkau mau, asal bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tanggungjawabmu. Jadilah anak yang bisa dipercaya karena kupercayakan engkau akan kebebasan. Berpegangteguhlah pada ajaran agamamu, selama menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, jalanmu masih lurus.

Jika itu bisa dipenuhi ... yuk maen hujan lagi ! :).

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jum'at, 18 Maret 2011

-ekojune.com-
ayah tiga orang anak

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post