Pay It Forward

Beberapa waktu yang lalu mobil Carry tercintah tiba2 mogok persis setelah mengisi bensin di sebuah SPBU di bilangan Mustika Jaya. Gak mau di starter jadi didorong rame2 sama petugas pom bensin disana ke pinggiran. Saya tau masalahnya ada di aki yang emang seringkali ngadat.

Seperti terlihat dari wajah keresahan saya atau memang dikabulkannya oleh Tuhan atas doa saya yang tak disengaja, sebuah mobil pick up memarkirkan mobilnya didepan mobil saya dan pengendaranya segera turun dan langsung bertanya 'mogok ya pak ?'. Setelah saya jawab iya maka dengan cekatan ia memeriksa sebentar mobil saya dan tak lama kembali ke mobilnya untuk mengambil sesuatu.

Ternyata serangkaian kabel 'jumper' untuk mengalirkan listrik antar aki. Setelah dipasang dan disetrum alhamdulillah mobil kembali menyala. Lalu orang itu merapikan kembali kabelnya.

Ini dia nih kondisi dan posisi paling sulit karena saya paling susah untuk berbasa basi. 'Terima kasih banyak bang, apakah ada yang bisa saya bantu, untuk uang bensin mungkin ?' ujar saya memanggilnya abang karena potongannya seperti orang asli daerah tersebut. 'Ah kagak usah, begitu doang juga. Nanti aja klo ada yang minta tolong ama ente bantuin dah orangnya', balasnya sambil tersenyum.

Setelah orang itu pergi saya lama termenung. Kata 'tumben' yang terkesan negatif tak pelak muncul. Tiba2 saya teringat dengan istilah 'pay it forward' dengan isi kita membantu orang lain tanpa pamrih dan ketika orang itu ingin membalas kebaikan kita maka kita memintanya untuk meneruskan kebaikan tersebut dengan membantu orang lain sebanyak 3 orang.

Hal ini diangkat dari sebuah novel yang kemudian difilmkan dengan judul yang sama. Berawal dari sebuah proyek sekolah yang kemudian berkembang luas sehingga menjadi suatu gerakan. Gerakan yang meluas. Yang dalam kehidupan nyata sampai ada semacam yayasan atau pay it forward foundation.

Ketika kemarin ada seorang rekan yang menulis tentang TDA dengan nilai2 nya yang berprinsip pada membantu orang lain dalam berbagai hal terutama dalam bisnis atau wirausaha maka istilah 'pay it forward' kembali menjadi relevan.

Mungkin karena kita sangat memahami bahwa ajaran agama apapun akan mengarahkan pada kebaikan. Bagi yang muslim maka ada ajaran yang menyatakan bahwa sebaik-baik seseorang adalah yang memberikan sebanyak-banyak manfaat pada orang lain, ajaran melakukan kebaikan2 yang terlihat kecil seperti menyingkirkan duri dari jalan, dan sebagainya.

Mungkin juga karena kita tau bahwa apapun kebaikan yang kita lakukan pada orang lain akan berbalik pada kita. Atau mungkin karena itu suatu kebutuhan, kebutuhan membantu orang lain karena sejatinya kita sebagai mahluk sosial. Ataupun mungkin karena kita ingin mendapat pahala. Apapun kemungkinannya.

Ada teman yang selalu membawa sekop dimobilnya agar setiap kali melihat bangkai hewan ia bisa menguburnya. Ada juga teman lain yang beranggapan bahwa semakin banyak dan sering orang yang bertamu ke rumahnya maka rumah dan hidupnya akan berkah sehingga ia sering mengadakan acara2 di rumahnya. Atau seorang kenalan yang menginspirasi bersama kelompoknya menyediakan jasa ambulan gratis karena tau betapa repot dan mahalnya urusan ini. Dan lain sebagainya.

Let's pay it forward.

Wassalam.

Post a Comment

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Previous Post Next Post